Dari Abu Sa'id Al-Khudzri, dia mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda;
Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari gundah dan sedih. Aku
berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari
sifat pengecut dan pelit. Aku berlindung kepada-Mu dari terbelitnya
hutang dan paksaan manusia.
:::>> Delapan keadaan berikut hanya ada ketika hati seorang hamba tengah sakit atau melemah, Yaitu<<:::
1 dan 2. Susah dan Sedih. keduanya ini adalah pasangan sejoli. Susah
adalah rasa tidak enak di dalam hati karena sesuatu yang belum terjadi
(akan terjadi). Sementara itu, sedih adalah rasa tidak enak di dalam
hati karena sesuatu yang telah terjadi.
3 dan 4. Lemah dan
Malas. Keduanya juga pasangan sejoli. Orang yang meninggalkan sesuatu
yang dapat mendatangkan kebaikan ataupun keberuntungan dikarenakan tidak
mampu disebut lemah. Sedangkan meninggalkanya karena tidak mempunyai
semangat untuk melakukan disebut malas.
5 dan 6. Pengecut dan
Pelit. Keduanya juga pasangan sejoli. Yaitu suatu keadaan di mana
seseorang tidak mau memberi manfaat kepada oranglain. Jika tidak mau
memberikan manfaat kepada ornglain dengan badannya disebut pengecut.
Jika tidak memberikan manfaat kepada oranglain dengan hartanya dsebut
pelit.
7 dan 8. Terlilit hutang dan paksaan seseorang. Keduanya
adalah pasangan sejoli. Terlilit hutang adalah orang yang merasa
oranglain menguasainya karena memang hak orng itu ada pada dirinya dan
dia tidak mampu mengembalikannya. Sementara itu, paksaan seseorang
maksudnya adalah meminta sesuatu dengan cara paksa dan batil meskipun
itu haknya.
Allah berfitman; Dan sesungguhnya Kami jadikan
untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia. Mereka
mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat
Allah). Mereka mempunyai mata, (tetapi) tidak dipergunakan untuk melihat
(tanda-tanda kekuasaan Allah). Mereka mempunyai telinga, (tetapi) tidak
dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagai
binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
lalai. (Al-A'raf; 179)