Minggu, 12 Agustus 2012

LUKA HATI

Lirih suara terdengar seketika
Lalu pergi terbawa hampa
Cinta sekeping pun tak ada arti
Dalam hati yang terluka
Cinta adalah duka 
Rintihnya tak terbesit antara
Sunyi…
Ya, sunyi tiada
Rayu dan cumbu tak kuharap
Tapi hanya bahagia bila bersama
Kata pun bagai tak bermakna…bila kita bersua
Rindu tak pantas lagi ada
Dalam hatiku yang telah terluka
Luka karena tikaman Egomu
Tersiksa Karena keras kepalamu
Selamat tinggal kekasih
Selamat tinggal masa lalu
Luka karena cinta…..yang salah!

Sabtu, 11 Agustus 2012

SIFAT MANUSIA DALAM AL-QURAN



15 Sifat Manusia dalam Al-Quran – Mari kita telusuri, apa kata Al-Quran tentang makhluk yang bernama manusia ini.

1. Manusia itu LEMAH
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah” (Q.S. Annisa; 28).

2.
Manusia itu GAMPANG TERPERDAYA
“Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah” (Q.S Al-Infithar : 6).

3. Manusia itu LALAI
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” (Q.S At-takaatsur 1).

4. Manusia itu PENAKUT / GAMPANG KHAWATIR
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S Al-Baqarah 155).

5. Manusia itu BERSEDIH HATI
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin , siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (Q.S Al Baqarah: 62).

6. Manusia itu TERGESA-GESA
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al-Isra’ 11).

7. Manusia itu SUKA MEMBANTAH
“Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. an-Nahl 4).

8. Manusia itu SUKA BERLEBIH-LEBIHAN
“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S Yunus : 12).
“Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas” (Q.S al-Alaq : 6).

9. Manusia itu PELUPA
“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka.” (Q.S Az-Zumar : 8 ).

10. Manusia itu SUKA BERKELUH-KESAH
“Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah” (Q.S Al Ma’arij : 20)
“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (Q.S Al-Fushshilat : 20)
“Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; dan membelakang dengan sikap yang sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa” (al-Isra’ 83).

11. Manusia itu KIKIR
“Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan adalah manusia itu sangat kikir.” (Q.S. Al-Isra’ : 100).

12. Manusia itu SUKA MENGKUFURI NIKMAT
Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah). (Q.S. Az-Zukhruf : 15)
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (Q.S. al-’Aadiyaat : 6).

13. Manusia itu DZALIM dan BODOH
“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, ” (Q.S al-Ahzab : 72).

14. Manusia itu SUKA MENURUTI PRASANGKANYA
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.” (Q.S Yunus 36).

15. Manusia itu SUKA BERANGAN-ANGAN
“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu- ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.” (Q.S al Hadid 72).

Selasa, 07 Agustus 2012

AKU SERING ENGGAN


“AKU SERING ENGGAN”

Aku sering enggan
Ikut ramai-ramai sembahyang
Sebab sehabis mengucapkan akhir salam
Orang bergegas pulang

Tak ada suasana pergaulan
Dengan Tuhan
Tak ada kesan bahwa ke mesjid
Ialah bertamu dan bersujud

Aku sering enggan
Ikut ramai-ramai sembahyang
Sebab ia menjadi satu-satunya ukuran
Baik buruk dan iman seseorang


“EMHA AINUN NADJIB; SAJAK SEPANJANG JALAN”
 

~~SERUAN DARI LANGIT KEPADA MAYAT (2-END)~~

~~SERUAN DARI LANGIT KEPADA MAYAT (2-END)~~




Disebutkan dalam suatu riwayat, tatkala ruh telah berpisah dengan tubuh, maka akan terdengar seruan dari langit sebanyak tiga kali. Adapun kata-kata yang diserukan itu adalah sebagai berikut:
“Wahai anak Adam (manusia), apakah engkau meninggalkan ataukah dunia meninggalkan engkau?”

“Apakah engkau mengumpulkan dunia atau dunia mengumpulkan engkau?”

“Apakah engkau mematikan dunia ataukah dunia mematikan engkau?”


Ketika mayat diletakkan untuk dimandikan, maka akan terdengar lagi tiga kali seruan yang mengatakan:

“Wahai anak Adam (manusia), manakah tubuhmu yang dulu kuat? Mengapa sekarang engkau menjadi lemah/tidak berdaya?”

“Manakah lisanmu yang dulu lantang? Apakah gerangan yang menyebabkan engkau sekarang diam?”

“Manakah semua kekasihmu? Mengapa sekarang mereka mengasingkan/
meninggalkanmu?”


Jika mayat sudah dikafani, seruan dari langit terdengar lagi sebanyak tiga kali:

“Wahai anak Adam, engkau akan pergi ke tempat yang jauh dengan tanpa membawa bekal”.

“Engkau akan ke luar dari rumah dan tidak akan pernah kembali lagi”.

“Engkau akan naik kuda, dan tidak akan naik seperti itu lagi untuk selama-lamanya."

"Engkau akan menjadi penghuni rumah yang penuh dengan kesedihan”.


Ketika mayat diletakkan untuk disalati, maka terdengar suara dari langit:

“Wahai anak Adam, seluruh perbuatan yang telah engkau kerjakan akan kau ketahui. Jika amalmu baik maka akan terlihat baik, sedangkan jika amalmu jelek, maka akan terlihat jelek”.

Ketika mayat itu dipikul di atas usungan, terdengar lagi tiga kali seruan dari langit:

“Wahai anak Adam, sungguh bahagia jika engkau termasuk orang yang bertobat”.

“Sungguh engkau beruntung, jika engkau beramal baik”.

“Sungguh engkau beruntung, jika teman yang mendampingi adalah kerelaan Allah. Dan sebaliknya akan sangat celaka jika temanmu adalah kutukan Allah”.


Ketika mayat diletakkan di tepi kubur, terdengar kembali seruan dari langit:

“Wahai anak Adam, apakah persiapanmu di dunia untuk rumah yang sempit ini?”.

“Kekayaan apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapi kemiskinan ini?”.

“Cahaya apakah yang kamu persiapkan untuk menghadapi tempat yang gelap ini?”.


Dan ketika mayat sudah diletakkan di liang lahat, terdengar lagi seruan dari langit:

“Wahai anak Adam, ketika berada di atas punggungku dulu, engkau bersenda-gurau, namun sekarang engkau berada di dalam perutku dan menangis”.

“Dulu engkau berada di punggungku bersuka-ria, tapi sekarang ketika engkau berada di perutku menjadi susah dan berduka cita”.

“Dulu engkau berada di atas punggungku bisa berbicara, namun ketika sekarang engkau berada di perutku menjadi diam”.


Ketika para pelayat/peta’ziah meninggalkan mayat yang sudah dikuburkan itu, lalu Allah SWT berfirman:

“Wahai hamba-Ku, sekarang kamu dalam keadaan terpencil sendirian, mereka telah pergi dan meninggalkan kamu dalam kegelapan kubur. Padahal selama hidup, engkau telah berbuat maksiat kepada-Ku karena kepentingan mereka (yakni istri dan anak). Namun aku sangat kasihan kepadamu. Pada hari ini, Aku akan member rahmat dengan suatu yang mengagumkan seluruh makhluk, dan Aku lebih kasihan kepadamu melebihi kasih saying seorang ibu kepada anaknya”.

Demikianlah tulisan ringkas tentang seruan dari langit terhadap mayat, semoga ada manfaatnya untuk menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Amiin.

Sumber: majalah MISTERI edisi 05 sept-okt’2009.

SERUAN DARI LANGIT TERHADAP MAYAT (1)


~~SERUAN DARI LANGIT TERHADAP MAYAT (1)~~







DI SEBUTKAN DALAM SUATU RIWAYAT, TATKALA RUH BERPISAH DENGAN TUBUH, MAKA AKAN TERDENGAR SERUAN DARI LANGIT SEBANYAK TIGA KALI.

Menurut keterangan yang tertulis di dalam kitab, apabila seseorang sedang naza’ atau sakaratul maut, maka ketika ruhnya sampai pada kerongkongannya akan terdengar suara yang mengatakan, “Tinggalah ia sampai anggota-anggota badan 
itu meminta izin untuk berpisah dengan anggota badan lainnya”.

Maka, mata yang satu meminta izin kepada mata yang berada di sebelahnya sambil mengucapkan salam, “Assalamu’alaikum ila yaumil qiyamah (keselamatan semoga tetap bagimu sampai akhir kiamat)”. Demikian pula antara dua telinga, tangan, kaki, semuanya sama melakukan hal serupa. Lalu ruh mengucapkan selamat tinggal kepada badan. Imam Abu Hanifah berkata, “kebanyakan sesuatu yang merusak iman dari seseorang hamba ialah pada waktu naza’.

Ketika tubuh hendak ditinggalkan sang ruh, maka saat itulah akan terjadi pertarungan antara malaikat dan setan. Bila amal ibadah serta pertolongan Allah bersama seseorang, maka imannya akan senantiasa lekat. Godaan dan tipu daya setan akan kalah. Sedangkan bagi orang-orang celaka, yang selama hidupnya banyak berbuat dosa, maka imannya akan rusak lantaran kalah oleh godaan setan.

Saat ruh sudah mulai meninggalkan tubuh untuk kembali pada-Nya, maka seluruh anggota tubuh tak lagi memiliki daya. Kedua tangan yang dimiliki tak mampu lagi untuk bergerak, kedua mata tidak bisa lagi melihat seperti saat hidup, begitu juga dengan anggota badan lainnya, semuanya sudah tak berfungsi lagi.
 

SABAR DAN IKHLAS


~~SABAR DAN IKHLAS~~


{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan} (QS. Ar-Rahman:29)

Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang menerjang, semua penumpang kapal akan panik dan menyeru: “Ya Allah!”

Ketika seseorang tersesat ditengah gurun pasir, kendaraan menyimpang jauh dari jalurnya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: “ Ya Allah”
Ketika musibah menimpa, bencana melanda , dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: “ Ya Allah”
Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, dan tabir-tabir permohonan digeraikan orang-orang mendesah: “ Ya Allah”
Ketika semua cara tidak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: “Ya Allah”

Kuingat engkau saat alam begitu gelap gulita
dan wajah zaman berlumuran debu hitam
Ku sebut nama-Mu dengan lantang disaat fajar menjelang
dan fajar pun merekah seraya menebar senyuman indah

Setiap ucapan baik, doa yang tulus, rintihan yang jujur, air mata yang menetes penuh keikhlasan, dan semua keluhan yang menggundahgulanakan hati adalah hanya pantas ditujukan ke hadirat-Nya.
Setiap dini hari menjelang, tengadahkan kedua telapak tangan, julurkan lengan penuh harap, dan arahkan terus tatapan matamu ke arah-Nya untuk memohon pertolongan! Ketika lidah bergerak, tak lain hanya untuk menyebut, mengingat dan berdzikir dengan nama-Nya. Dengan begitu, hati akan tenang, jiwa akan damai, syaraf tak lagi menegang, dan iman kembali berkobar-kobar. Demikianlah, dengan selalu menyebut nama-Nya, keyakinan akan semakin kokoh. karena,

{Allah Maha Lembut terhadap hamba-hamba-Nya} (QS. Asy-Syura:19)

Allah: nama yang paling bagus, susunan huruf yang paling indah, ungkapan yang paling tulus, dan kata yang sangat berharga.

{Apakah kamu tahua ada seseorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?} (QS. Maryam:65)

Allah: milik-Nya semua kekayaan, keabadian, kekuatan, pertolongan, kemuliaan, kemampuan, dan hikmah.

{Milik siapakah kerajaan pada hari ini? Milik Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan} (QS. Ghafir:16}

Allah: dari-Nya semua kasih sayang, perhatian, pertolongan, bantuan, cinta dan kebaikan.

{Dan, apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya).} (QS. An-Nahl:53)

Allah: pemilik segala keagungan, kemuliaan, kekuatan dan keperkasaan.

Betapapun kulukiskan keagungan-Mu dengan deretan huruf,
Kekuasaan-Mu tetap meliputi semua arwah
Engkau tetap Yang Maha Agung, sedang semua makna,
Akan lebur, mencair, ditengah keagungan-Mu, wahai Rabku

Ya Allah gantikanlah kepedihan ini dengan kesenangan, jadikan kesedihan itu awal kebahagiaan, dan sirnakan rasa takut ini menjadi rasa tentram. Ya Allah, dinginkan panasnya kalbu dengan salju keyakinan, dan padamkan bara jiwa dengan air keimanan.
Wahai Rabku, anugerahkan pada mata yang tak dapat terpejam ini rasa kantuk dari-Mu yang menentramkan. Tuangkan dalam jiwa yang bergolak ini kedamaian. Dan ganjarlah dengan kemenangan yang nyata. Wahai Rabb, tunjukkanlah pandangan yang kebingungan ini kepada cahaya-Mu. Bimbinglah sesatnya perjalanan ini ke arah jalan-Mu yang lurus. Dan tuntunlah orang-orang yang menyimpang dari jalan-Mu merapat ke hidayah-Mu
Ya Allah, sirnakan keraguan terhadap fajar yang pasti datang dan memancar terang, dan hancurkan perasaan yang jahat dengan secercah sinar kebenaran. Hempaskan semua tipu daya setan dengan bantuan bala tentara-Mu.

Ya Allah, sirnakan dari kami rasa sedih dan duka, dan usirlah kegundahan dari jiwa kami semua.
Kami berlindung kepada-Mu dari setiap rasa takut yang mendera. Hanya kepada-Mu kami bersandar dan bertawakal. Hanya kepada-Mu kami memohon, dan hanya dari-Mu lah semua pertolongan. Cukuplah Engkau sebagai Pelinding kami, karena Engkaulah sebaik-baik Pelindung dan Penolong.

Berdasarkan buku La Tahzan Jangan Bersedih! Karya DR. ‘Aidh al-Qarni