Selasa, 07 Agustus 2012

~~SERUAN DARI LANGIT KEPADA MAYAT (2-END)~~

~~SERUAN DARI LANGIT KEPADA MAYAT (2-END)~~




Disebutkan dalam suatu riwayat, tatkala ruh telah berpisah dengan tubuh, maka akan terdengar seruan dari langit sebanyak tiga kali. Adapun kata-kata yang diserukan itu adalah sebagai berikut:
“Wahai anak Adam (manusia), apakah engkau meninggalkan ataukah dunia meninggalkan engkau?”

“Apakah engkau mengumpulkan dunia atau dunia mengumpulkan engkau?”

“Apakah engkau mematikan dunia ataukah dunia mematikan engkau?”


Ketika mayat diletakkan untuk dimandikan, maka akan terdengar lagi tiga kali seruan yang mengatakan:

“Wahai anak Adam (manusia), manakah tubuhmu yang dulu kuat? Mengapa sekarang engkau menjadi lemah/tidak berdaya?”

“Manakah lisanmu yang dulu lantang? Apakah gerangan yang menyebabkan engkau sekarang diam?”

“Manakah semua kekasihmu? Mengapa sekarang mereka mengasingkan/
meninggalkanmu?”


Jika mayat sudah dikafani, seruan dari langit terdengar lagi sebanyak tiga kali:

“Wahai anak Adam, engkau akan pergi ke tempat yang jauh dengan tanpa membawa bekal”.

“Engkau akan ke luar dari rumah dan tidak akan pernah kembali lagi”.

“Engkau akan naik kuda, dan tidak akan naik seperti itu lagi untuk selama-lamanya."

"Engkau akan menjadi penghuni rumah yang penuh dengan kesedihan”.


Ketika mayat diletakkan untuk disalati, maka terdengar suara dari langit:

“Wahai anak Adam, seluruh perbuatan yang telah engkau kerjakan akan kau ketahui. Jika amalmu baik maka akan terlihat baik, sedangkan jika amalmu jelek, maka akan terlihat jelek”.

Ketika mayat itu dipikul di atas usungan, terdengar lagi tiga kali seruan dari langit:

“Wahai anak Adam, sungguh bahagia jika engkau termasuk orang yang bertobat”.

“Sungguh engkau beruntung, jika engkau beramal baik”.

“Sungguh engkau beruntung, jika teman yang mendampingi adalah kerelaan Allah. Dan sebaliknya akan sangat celaka jika temanmu adalah kutukan Allah”.


Ketika mayat diletakkan di tepi kubur, terdengar kembali seruan dari langit:

“Wahai anak Adam, apakah persiapanmu di dunia untuk rumah yang sempit ini?”.

“Kekayaan apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapi kemiskinan ini?”.

“Cahaya apakah yang kamu persiapkan untuk menghadapi tempat yang gelap ini?”.


Dan ketika mayat sudah diletakkan di liang lahat, terdengar lagi seruan dari langit:

“Wahai anak Adam, ketika berada di atas punggungku dulu, engkau bersenda-gurau, namun sekarang engkau berada di dalam perutku dan menangis”.

“Dulu engkau berada di punggungku bersuka-ria, tapi sekarang ketika engkau berada di perutku menjadi susah dan berduka cita”.

“Dulu engkau berada di atas punggungku bisa berbicara, namun ketika sekarang engkau berada di perutku menjadi diam”.


Ketika para pelayat/peta’ziah meninggalkan mayat yang sudah dikuburkan itu, lalu Allah SWT berfirman:

“Wahai hamba-Ku, sekarang kamu dalam keadaan terpencil sendirian, mereka telah pergi dan meninggalkan kamu dalam kegelapan kubur. Padahal selama hidup, engkau telah berbuat maksiat kepada-Ku karena kepentingan mereka (yakni istri dan anak). Namun aku sangat kasihan kepadamu. Pada hari ini, Aku akan member rahmat dengan suatu yang mengagumkan seluruh makhluk, dan Aku lebih kasihan kepadamu melebihi kasih saying seorang ibu kepada anaknya”.

Demikianlah tulisan ringkas tentang seruan dari langit terhadap mayat, semoga ada manfaatnya untuk menambah keimanan kita kepada Allah SWT. Amiin.

Sumber: majalah MISTERI edisi 05 sept-okt’2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar