Di tengah kesibukan kita menjalani hari demi hari, tanpa sadar kini langkah kita telah menapak di batas akhir pergantian waktu, tanpa sadar bilangan tahun bertambah satu. Rasanya waktu berjalan begitu cepat ya?, rasanya baru kemarin kita meniup terompet, sekarang hal itu harus kita lakukan lagi. Rasanya baru kemarin kita menggantungkan kalender di dinding, sekarang kalender itu harus segera diganti kembali, dan rasanya baru kemarin kita menguicap sejumlah harapan dan saat harapan itu.........., jujur saja, mungkin ada yang belum sempat terpenuhi. Tapi apa boleh buat, waktu memang tak pernah menunggu, waktu memang tak pernah bisa berkompromi.
Apa yang identik dengan tahun baru?. Biasanya setiap kali tahun baru datang, semua orang selalu menggantungkan harapan demi harapan baru atau pun impian yang akan dicapai di tahun yang baru nanti. Karena itu, kalau masih boleh berharap, di tahun baru ini harapan kita semua cuma satu yaitu pemilu bisa berjalan dengan baik. Sebab, inilah pesta demokrasi yang untuk pertamakalinya dilakukan secara langsung. Di mana rakyat akan memilih presiden dan wakilnya secara langsung. Inilah babak baru dalm kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita berharap akan ada perubahan berart, tentu saja kearah yang lebih baik. Kita berharap pemilu bisa berjalan lancar, jujur, dan adil, bisa menghasilkan pemimpin yang benar-benar pemimpin, bisa jadi ajang pesta rakyat yang demokratis dalam arti kata yang sebenarnya. Jangan ada lagi kerusuhan, jangan ada lagi korban yang berjatuhan, kalau pemimpin baru terpilih nanti jangan lagi diturunkan di tengah jalan, intinya semua bisa berjalan dengan baik tanpa ada kendala berarti. Sebab, kita semua telah letih dengan keadaan yang seperti ini. Kita telah letih oleh keadaan yang tidak menentu, oleh krisis multidimensi yang tidak kunjung usai. Kita ingin lewat pemilu ada secercah harapan untuk hidup lebih baik, kita berharap lewat pemilu ada setitik cahaya yang akan menerangi jalan ini kelak, dan berharap tidak ada saling menyuap..saling bersaing demi kepentingan individu semata, dan tidak memberikan janji-janji palsu, semua janji-janji itu akan ditagih..di akhirat..di tagih juga tanggungjawabnya kepada negara..semoga bisa menjadi pemimpin yang benar-benar pemimpin yang arif dan bijaksana,,seperti pemimpin yang memimpin keluarganya...amin..semoga saja..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar